4 Tutorial Hijab Menurut Syariat Islam Yang Benar dan Santun

4 Tutorial Hijab Menurut Syariat Islam Yang Benar dan Santun

Sebagai wanita muslimah kita diwajibkan untuk selalu tampil tertutup dengan balutan busana yang anggun pula. Hijab tak hanya digunakan untuk menutupi aurat. Tetapi hijab memiliki fungsi yang lain yaitu untuk melindungi kepala dari sengatan matahari. Dengan mengenakan hijab, seorang wanita muslim juga akan terlihat menjadi anggun. Namun sayangnya, tak semua wanita mengerti cara memakai hijab yang benar. Jilbab dalam pandangan Islam adalah menutup aurat seperti rambut sampai menutup dadanya. Tapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh badan. Pada umumnya, masyarakat kita memahami jilbab sebagai penutup rambut dan dipakai bersama baju panjang yang menutup aurat.

Gambar Baju Anak Jaman now
Gambar baju anak jaman now

Banyak tips bagaimana cara anda berpakaian agar sesuai dengan syariat islam, salah satunya artikel yang saya bahas kali ini. Yang akan menyajikan informasi Tutorial Hijab Menurut Syariat Islam khusus bagi kalian. Banyaknya model atau bentuk jilbab yang ada terkadang membuat kita sendiri bingung dalam memilihnya. Tapi jangan lupa memilih model yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bentuk wajah kita. Sekaligus menyesuaikan dengan cara memakai jilbab kreasi yang kita inginkan. Saat anda mengenakan hijab, ada baiknya anda mengetahui bahan pembuatan hijab tersebut. Pilihlah hijab yang terbuat dari bahan yang tebal dan tidak menerawang.

Tutorial Hijab Menurut Syariat Islam

Menutup Seluruh Tubuh

Cara berjilbab menurut Islam yang pertama menurut Islam adalah menutup seluruh tubuh. Di mana Rasulullah menyebutkan bahwa semua tubuh wanita adalah aurat kecuali muka dan telapak tangan. Di mana ada juga yang mengganggap ciri-ciri hijab syar’i yang lain adalah termasuk cadar untuk menutup muka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا…

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…” (QS. An Nuur: 31)

Tidak Berhias Berlebihan

Tidak berhias berlebihan, baik itu di wajah atau bagian dari asesoris jilbab juga menjadi cara berhijab syar’i. Berhias dengan berlebihan menurutkan hawa nafsu. Dan ini bukan tujuan menutup aurat dalam Islam.

Namun, terdapat kesalahpahaman juga bahwa jika seseorang tidak mengenakan jilbab berwarna hitam maka berarti jilbabnya berfungsi sebagai perhiasan. Hal ini berdasarkan beberapa atsar tentang perbuatan para sahabat wanita di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengenakan pakaian yang berwarna selain hitam. Salah satunya adalah atsar dari Ibrahim An Nakhai,

أنه كان يدخل مع علقمة و الأسود على أزواج النبي صلى الله عليه و سلم و يرا هن في اللحف الحمر

“Bahwa ia bersama Alqomah dan Al Aswad pernah mengunjungi para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia melihat mereka mengenakan mantel-mantel berwarna merah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al Mushannaf)

Harus Longgar Atau Tidak Ketat

Selain kain yang tebal dan tidak tipis, maka pakaian tersebut haruslah longgar, tidak ketat, sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh wanita muslimah. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits dari Usamah bin Zaid ketika ia diberikan baju Qubthiyah yang tebal oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia memberikan baju tersebut kepada istrinya. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahuinya, beliau bersabda,

مرْها فلتجعل تحتها غلالة فإني أخاف أن تصف حجم عظمها

“Perintahkanlah ia agar mengenakan baju dalam di balik Qubthiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tubuh.” (HR. Ad Dhiya’ Al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan)

Bagian Bawah Tidak Mengatung

Karena aturan berjilbab adalah kecuali muka dan telapak tangan, berarti kaki bagian dari aurat. Memakai kaus kaki agar tertutup termasuk di dalamnya. Kemudian bagian bawah gamis atau rok tidak mengatung. Ini sesuai hadits :
Dari Ummu Salamah ra : “Ya Rasulullah, bagaimana perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?” Rasulullah menjawab, ”Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi ke atasnya.” (HR. Imam tarmidzi dan Nasa’i)

لعن رسول الله صلى الله عليه و سلم الرجل يلبس لبسة المرأة و المرأة تلبس لبسة الرجل

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria.” (HR. Abu Dawud)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Kesamaan dalam perkara lahir mengakibatkan kesamaan dan keserupaan dalam akhlak dan perbuatan.”

Itu dia sobat beberapa foto dan informasi mengenai Toturial Hijab Sesuai Syariat Islam, bagaimana kalian sudah menetahui banyak info tentang Toturial Hijab Sesuai Syariat Islam kan ?, untuk kalian yang masih bingung dan tak mau ketinggalan fashion jangan sampai ketinggalan dengan info-info menarik yang selalu saya bagikan setiap harinya. Sekian informasi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat.